
1 Januari 2009, 18.15. Kejutan tahun baru lagi, selain seorang bayi. Sebuah ketamatan. Akhirnya, yah... tamat sudah!
Super Mario Bros, tahu kan game itu? Dulu, waktu SD kira-kira kelas 4 atau 5 pernah memainkannya sampai tamat satu kali. Sekarang, belasan tahun kemudian, hal yang sama terulang: tamat lagi! Nah, tamat ini bikin saya senang sekaleee. Gembar-gembor nggak karu-karuan!
Saya bukan game-mania. Jarang banget main game. Saya main Mario rata-rata 2 kali sehari sejak 23 Desember 2008 hingga 1 Januari 2009. Saya beli Nintendo yang ada game Mario Bros-nya waktu iseng-iseng jalan di Giant Sidoarjo sama teman-teman kos sekitar dua minggu sebelum Natalan.
Yang asyik dari kejadian ini adalah ketika masuk di World 8-4 dari World 8-3*): nyawa saya tinggal 1. Wew, tinggal 1! Salah sedikit saja, mati, modar, keok, game over; nggak ada nyawa cadangan! Rasanya nggak mungkin bisa tamat. Tapi, dua musuh terakhir: kura-kura pembawa-pelempar palu dan naga yang menghembuskan api sambil melempar-lempar palu -- lewat juga! Mantap....
Nah, akhirnya Mario kecil yang tangguh ini, bertemu sang putri. "Thank you Mario! Your quest is over...." (~s.n~)
*) World: bisa disamakan dengan level.