12.5.09

Peti Mati yang Mahal


Suatu ketika saya menerima berita kematian seorang anak kecil yang telah saya doakan agar sembuh. Saya terkejut dan sedih. Ia baru berusia 6 tahun. Pengalaman ini bukan yang pertama kali. Sejak beberapa tahun lalu, belasan orang lain ikut saya doakan dan "antarkan" dengan petikan gitar karena saya sering pelayanan dengan pendeta yang menangani kematian di gereja kami. Dia berkhotbah dan memimpin pujian, saya yang bergitar.

Lain pula kisah yang terjadi pada sebuah keluarga kaya tiga tahun lalu. Yang meninggal adalah pemimpin keluarga itu, sang ayah. Karena begitu kayanya, peti mati yang digunakan sangat bagus. Di salah satu sisinya terukir dengan indah Perjamuan Terakhir: Yesus dan murid-murid-Nya makan bersama terakhir kali sebelum disalib.

Maut dapat menjemput kapan saja pada setiap orang. Itu bisa terjadi pada anak kecil, juga pada orang tua. Mungkin saja, hari di mana Anda membaca renungan ini adalah hari terakhir hidup Anda. Bukan untuk menakut-nakuti, namun demikianlah adanya. Setiap orang tak ada yang tahu dengan tepat kapan ia tiada.

Mungkin kita tak diantarkan dengan peti mati yang mahal bila kita dipanggil pulang, seperti yang tadi saya kisahkan. Namun, hidup kita dapat menjadi "mahal" dan sangat berharga karena telah dijalani dengan cinta, pengabdian dan pengorbanan bagi-Nya. Saat itu kita akan meninggalkan segala yang fana di dunia dengan tenang dan penuh kepercayaan bahwa kita akan disambut dengan gegap-gempita malaikat surga. Kita begitu berharga saat itu... sangat percaya diri.

4 comments:

RCO said...

Yang selalu saya ingat, Ia berkata "Berjaga-jagalah dan berdoalah....!"

Haris Firdaus said...

di mnapun kita, kl dah takdir, ya akan menemuinya, mas.peti mati gak akan ngaruh.toh bagi orang islam, dikuburnya kan gak pake peti.

itempoeti said...

"Suatu ketika saya menerima berita kematian seorang anak kecil yang telah saya doakan agar sembuh. Saya terkejut dan sedih. Ia baru berusia 6 tahun."

Harusnya anda merasa bahagia dan bukannya bersedih.

Bukankah doa anda didengar oleh Yang Kuasa? anak yang anda doakan benar-benar sembuh dari penderitaan hidup.

Hanya Allah yang paling tahu apa yang terbaik bagi umatnya.

Berbahagialah untuk anak 6 tahun yang meninggal setelah anda doakan kesembuhan.

Sidik Nugroho said...

@ rco: mantap tuh kitipannya, @ haris: yap, yang penting hidupnya, @ itempoeti: sedih awalnya, bahagia juga akhirnya... komentar anda menggugah juga. tengkyu.