25.8.10

pertobatan seorang budak iblis

ulasan film: solomon kane

bila anda sedang mencari tontonan yang menghibur sekaligus reflektif, nah, solomon kane adalah salah satu pilihan yang pas. solomon kane adalah sebuah film kepahlawanan yang dikemas dengan apik. solomon kane adalah tokoh yang diciptakan oleh robert howard dalam sebuah novel awalnya. kisahnya kemudian diadaptasi dalam bentuk komik, juga film ini.

ketika remaja, solomon dituntut ayahnya untuk menjadi seorang biarawan. namun ia menolak tuntutan itu. ia meninggalkan ayahnya; dan ayahnya mengutuknya karena pembangkangan itu. sebelum ia meninggalkan ayahnya, ia bahkan membuat terluka abangnya yang hendak memperkosa seorang wanita.

demikianlah solomon kane menjadi petualang dan pencari harta yang beringas. ia tumbuh-besar di berbagai tempat, memimpin sekelompok pasukan yang berlaku sangat jahat terhadap musuh-musuh mereka. ia bahkan menyebut dirinya iblis. tubuhnya penuh tato dan sayatan. di punggungnya ada sebuah sayatan besar bekas luka yang berbentuk salib.

saya jadi teringat sebuah film lain, constantine, yang dibintangi keanu reeves, saat menonton film ini. ada kesamaan di antara keduanya: tentang bagaimana seseorang menjadi budak setan karena tipu-muslihat, dan sebuah jalan yang harus ditempuh untuk lepas dari perbudakan itu.

suatu ketika solomon bertobat dari dosa-dosanya. inilah yang menjadi adegan awal di film ini. solomon tak berhasil mengalahkan seorang penyihir. ia terlempar dari sebuah menara yang tinggi, lalu hidup membiara dengan sekelompok orang suci.

pertobatan solomon memakan waktu satu tahun. kita diajak untuk melihat begitu drastis hidupnya berubah. ia jadi lebih pengalah, sabar, dan tampak lebih kalem. namun, kehidupan lamanya terus membayanginya. tangannya yang prigel membunuh dan lincah bermain pedang, kesukaannya berkelahi, akhirnya menjadi bagian hidupnya lagi setelah ia bertemu dengan sebuah keluarga yang malang.

di dalam keluarga ini ada seorang gadis bernama meredith yang ditawan oleh orang-orang biadab yang terkena pengaruh sihir. ayah, adik, dan abang meredith telah dibunuh dengan kejam oleh orang-orang biadab itu. nah, perjuangan solomon untuk mendapatkan meredith kembali, menjadi inti cerita ini.

kita kemudian akan dihibur dengan adegan-adegan pertarungan yang seru dan tak hiperbolis. film ini berupaya menghadirkan adegan-adegan pertarungan dengan masuk akal -- tidak seperti film-film kungfu mandarin, misalnya, yang di dalamnya ada tendangan seribu bayangan, atau gerakan super-cepat lainnya.

ada pula adegan-adegan horor yang membuat merinding, terutama saat solomon harus berhadapan dengan manusia-manusia yang wajahnya jadi mirip monster akibat terkena pengaruh sihir.

beberapa dialog dan ekspresi para aktor di film ini bahkan terkesan teatrikal. ada beberapa adegan yang sarat dengan muatan rohani kristiani: adegan saat solomon berdoa di sebuah gereja tua yang ujung-ujungnya menjadi sebuah pertempuran seru; atau adegan saat solomon digantung di salib saat hujan.

bagian yang tak terlupakan adalah pertarungan-pertarungan menjelang akhir cerita. di sini sutradara mengolah adegan demi adegan dengan amat menggugah. salah satunya adalah saat solomon harus berhadapan dengan sebuah monster mirip robot dalam film transformers yang besarnya sekitar 10 kali ukuran manusia dewasa.

dengan latar belakang amerika pada abad ke-16, solomon kane adalah film yang layak ditonton -- tapi lebih baik tidak ditonton bersama anak kecil. beberapa adegan di dalam film ini cukup brutal, walau tak sebrutal film lain, yaitu expendables, yang kini di indonesia tengah ramai digandrungi para pecinta film. penebusan atas dosa, pengorbanan, dan pertobatan, adalah muatan yang begitu gamblang disodorkan kepada penonton dalam solomon kane.

sidoarjo, 24-25 agustus 2010

1 comment:

Pelita Hati said...

Wah sayang saya belum nonton filmnya. Ulasan yang menarik :)