11.2.09

Rahasia Kemesraan yang Langgeng

John Gottman, salah satu peneliti ternama tentang perkawinan dan relasi-relasi, dalam sebuah penelitiannya, menyebutkan bahwa salah satu hal dalam perkawinan yang membuatnya tetap langgeng adalah hal-hal kecil yang dikomunikasikan.

Hal-hal kecil seperti apa? Hal-hal kecil yang seolah tampak tak berarti, namun di dalamnya momen-momen keakraban dapat terbuhulkan. Hal-hal yang dibicarakan kali ini bukanlah tentang hal yang menggegerkan; sebuah berita besar; atau mungkin saling memberikan kata-kata yang romantis, rumit nan mengerutkan dahi. Menyaksikan suatu pemandangan berlama-lama sambil ngobrol tentang apa saja, misalnya, justru dapat membuat sebuah pasangan tambah mesra.

Penelitian ini pada akhirnya membuat kita merenung tentang hakikat sebuah hubungan. Memang benar, bahwa hadiah, kata-kata mesra, bunga dan kado dapat menciptakan kejutan dan rasa tertentu dalam hati seseorang. Namun, bila semuanya dilakukan tanpa penyerahan diri, kebersamaan, dan saling memahami, dampaknya tak berlangsung lama.

Rahasia kelanggengan itu sebenarnya tak susah. Tak perlu bersusah-susah jadi pujangga, tak perlu memikirkan banyak kejutan -- walau semuanya perlu sekali-sekali diupayakan dan dilakukan dengan tetap mendudukkan posisinya sebagai pelengkap. Kita hanya perlu menjadi diri sendiri -- apa adanya. Nah, saat ini, marilah kita melihat lagi hubungan dengan pasangan yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita untuk dihidupi. Apakah kita telah memberikan segenap diri kita untuk memahami dan dipahami? (~s.n~)

5 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

tks ya...aku mampir lagi nih.
hmm...nanti dipraktekkin deh rahasia kemesraannya kalo aku dah married

life choice said...

hmmm... dicobaaaaa... :D

nurhayatna said...

Benar sekali, Sidik my friend, benar sekali...

Blu3Akazukin said...

menurut bapak,
apa cowo yang overacting itu bagus?

emang dia baik dan perhatian
tapi klo jalan bareng malah ngebosenin

Sidik Nugroho said...

@ angel: yang aktingnya over jangan ditanggapin. yang gak over dinikmati.

soal jalan bareng, coba tentukan tujuan. biasanya kalo ada tujuan lebih baik daripada nggak; kecuali dalam momen2 di mana kangen memuncak: jalan tanpa tujuan pun serasa mantap. :-)