7.1.09

Tak Jadi Mengubur Mayat

Ini adalah cerita yang pernah saya dengar dari bapak saya belasan tahun silam. Seorang pria, namanya Amin, yang penakut dan agak tuli, suatu ketika diminta memakamkan mayat seorang nenek tua asal pantijompo. Bersama Budi, rekannya, ia memakamkan mayat itu di sebuah bukit.

Di perjalanan memakamkan mayat itu, Budi yang memegangi keranda dibagian belakang berkata kepada Amin, "Min, langitnya mendung ya...."

Si Amin, yang agak tuli nan penakut itu salah dengar! Ia mendengar Budi berkata, "Min, perut mayatnya kok melembung ya?" Ia pun mempercepat langkahnya, sehingga membuat Budi yang di belakangnya agak kerepotan.

Beberapa saat kemudian hujan turun rintik-rintik. Budi berkata kepada Amin, "Min, gerimis lho!"

Amin, salah dengar lagi: "Min, meringis lho!" Wah, dikira si Amin mayatnya meringis! Ia pun setengah berlari membawa mayat itu, membuat Budi kelabakan.

Tak lama kemudian hujan turun amat deras. Budi yang kelabakan membawa mayat karena Amin berlari kian cepat, juga karena ingin istirahat akibat hujan menderas, berteriak: "Min, berhenti!!!"

Nah, sayangnya lagi-lagi Amin salah dengar ucapan Budi. Didengarnya,"Min berdiri!!!" Dikira Amin mayatnya berdiri! Waduh, jantung Amin jadi tidak karu-karuan karena ini. Tanpa pikir panjang, ditinggalkannya Budi sendirian, lalu lari tunggang-langgang.

4 comments:

gampang said...

weeeiii bagus cuy...

ketawa deh

The Dexter said...

hehehehe keren bro...lucu.
Gabung yah dengan Taman Baca.

Sidik Nugroho said...

selamat membaca. thanks sudah tertawa bersama. enjoy... :-)

lely said...

hehhehehhehe...lucu